fbpx

Startup Asal Bandung Bobobox Giat Ekspansi ke Berbagai Penjuru Nusantara, Tawarkan Kerjasama dengan BUMN, Swasta

Berita Terkait

PROPUBLIK – Perusahaan property-technology (prop-tech) asal Bandung, Jawa Barat, gencar berekspansi ke berbagai penjuru Indonesia menawarkan berbagai fasilitas beristirahat kepada konsumen dan kerjasama untuk investasi di fasilitasnya.

Kepada wartawan, dalam sebuah acara media tour ke cabang Bobobox di Bandung, CEO dan Co-Founder Bobobox Indra Gunawan mengatakan startup yang didirikan di 2017 lalu ingin menjadi “the Future of Sleeping Habbits”, atau “Masa Depan terkait Kebiasaan Tidur”.

Hal ini dilakukan dengan menawarkan berbagai fasilitas beristirahat mulai dari Bobohotel, Boboliving dan Bobocabin. Yang terbaru, Bobobobox tengah mengembangkan Bobovan dan Boboexpress.

“Kita ingin menjadi the Future of Sleeping Habits. Jam yang fokus untuk penyediaan fasilitas beristirahat dengan dukungan teknologi terdepan, terus melakukan ekspansi bisnis baik menambah jumlah fasilitasnya, menjangkau kota dan daerah baru di Indonesia dan menawarkan jasa layanan baru.”

Indra Gunawan mengatakan, jam kerja 9-5 saat ini telah menjadi kemewahan.

“Ambisi orang kini telah berubah akibat penggunaan Internet dan smartphone. Kita semakin ingin terkoneksi, lalu yang dikorbankan biasanya adalah waktu tidur,” kata Indra.

“Bobobox ingin memberikan solusi, dimana gaya hidup modern dapat berjalan berdampingan dengan istirahat atau tidur yang cukup. Tidur tidak harus malam saja, saya lihat banyak negara maju sudah membiasakan yang disebut power nap atau tidur berkualitas. Ketika seseorang lelah, disarankan mengambil waktu tidur sebentar, mungkin sekitar 30 menit,” kata Indra.

CEO dan Cofounder Bobobox Indra Gunawan.

Bobobox mulai gencar memasarkan produknya sejak tahun 2018, dengan ciri khas akomodasi berbentuk kapsul modular yang terintegrasi dengan aplikasi dan sistem Internet-of-Things yang dapat memberikan pengalaman personalisasi berbeda bagi setiap penggunanya. Saat ini Bobobox telah hadir di Bandung, Jakarta, Yogyakarta, Semarang dan Solo, tepatnya di 13 lokasi dengan total kamar (pod) hampir 1000 kamar.

Bobohotel adalah layanan hotel kapsul untuk akomodasi dengan harga terjangkau, Boboliving menawarkan solusi tempat hunian minimalis di daerah perkotaan untuk mereka yang ingin tinggal di dekat tempat kerja, dan Bobocabin menawarkan solusi kamar tidur yang nyaman berkonsep kemah modern di berbagai tempat wisata menarik.

Bobovan menawarkan solusi istirahat dan tidur di dalam van serba guna untuk pecinta alam yang ingin camping. Yang terbaru, Boboexpress diharapkan dapat menawarkan solusi istirahat, terutama tidur di tempat-tempat strategis dan fasilitas umum yang sibuk. Jasa layanan ini diharapkan dapat menjangkau pangsa pasar untuk melayani masyarakat yang ingin beristirahat ketika mereka berada di fasilitas umum seperti stasiun, bandara, hingga perkantoran.

“Dengan berkonsep mengusung pentingnya menjaga kebiasaan tidur, kita bisa menargetkan siapa saja. Kami lihat ini juga merupakan solusi global,” kata Indra Gunawan.

Pendiri Bobobox yang pernah membidani berbagai startup, mulai dari industri gaming hingga market place untuk kebutuhan wanita (Cantik.com) tersebut mengatakan Bobobox juga ingin dapat hadir di tempat-tempat sibuk, seperti kantor, dan tempat layanan publik seperti bandara, atau stasiun kereta.

“Dengan standarisasi yang kita jaga, mulai dari bentukannya (bentuk kamar pods), harga, dan kebersihannya, kami yakin dapat menjaga kualitas layanan kami (untuk penyediaan jasa kamar pods). Itu sebabnya, kita mempunyai konsep modular box, agar semua dapat menikmati pengalaman yang sama.”

Ekspansi bisnis

Berawal dari jasa layanan yang unik di bilantika industri perhotelan, Bobobox berhasil mendapat dukungan pendanaan dan kepercayaan dari nama-nama investor besar, seperti Alpha JWC Ventures, Horizons Ventures, Sequoia Surge, Mallorca Investments, Genesia Ventures, Agaeti Ventures, EverHaus, Kakao Ventures, dan InvestIdea Ventures.

Pada bulan Mei 2020, Bobobox berhasil mendapatkan investasi Series A dengan total US$11,5 juta, sehingga total fundraising atau pengumpulan dana yang berhasil diraih tercatat menjadi sebesar US$15 juta, seperti dijelaskan Indra Gunawan.

Tak berhenti di 13 lokasi dan lima kota di Indonesia, Bobobox sudah mulai membidik daerah luar pulau Jawa, yakni di Sumatera Utara.

Yang terkini, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno, pada Rabu, 9 Juni 2021 lalu, telah meninjau proses pembangunan fasilitas Bobobox di kawasan Otorita Danau Toba.

Untuk Bobocabin yang saat ini hanya tersedia di Ranca Upas dan Cikole, Bandung, Jawa Barat, Bobobox berencana akan terus menambah jumlah unitnya hingga di masing-masing lokasi akan tersedia sekitar 20-30 unit kamar.

Dua unit kamar Bobocabin yang terletak di Cikole, mendapat permintaan sangat tinggi dari pengguna, yang tercatat telah penuh di booking hingga bulan Agustus 2021.

“Targetnya di sekitar kuartal ke III,” penambahan Bobocabin di Ranca Upas dan Cikole mencapai jumlah sekitar 20-30 unit kamar, kata Indra Gunawan dalam acara media tour minggu lalu.

Selain terus berekspansi membangun jaringan dengan pendanaan sendiri, Bobobox juga membuka opsi kemitraan, baik dengan Badan Usaha Milik Negara, atau BUMN, maupun dengan pihak swasta maupun individu.

“Kita selalu ingin jadi solusi ekosistem, bukan hanyasolusi dari consumer demand,” kata Indra Gunawan, alumnus University of Melbourne di Australia ini.

Ia menjelaskan, banyak perusahaan maupun individual di Indonesia yang punya aset properti tidak ter-utilisasi dengan baik, misalnya ruko yang tidak terpakai, gudang, bekas kantor, bekas rumah.

Sepanjang properti tersebut terletak di lokasi yang startegis menurut tim penilai dari Bobobox, maka pemilik dapat melakukan kerjasama dengan startup prop-tech tersebut.

Model bisnis kemitraan juga terbuka untuk investor yang berminat masuk ke bisnis Bobobox. Investor dapat terlibat di pendanaan proyek, maupun bekerja sama terkait kepemilikan lahan. Salah satu syaratnya adalah pembangunan fasilitas Bobobox dapat dilakukan di bangunan yang minimal dapat mengakomodasi 16 kamar pods dengan luas 225 m².

Untuk Bobocabin, misalnya, investor maupun pemilik lahan dapat berpartisipasi dalam pemilikan di proyek bersama. Dalam hal kerjasama, studi pasar akan disediakan oleh Bobobox, lalu komposisi kepemilikan unit, atau proyek dapat dilakukan berdasarkan keinginan calon partner.

“Kita lihat apakah lokasinya cocok atau tidak, jika ingin bermitra persentasi saham akan disesuaikan dengan kontribusi dari nilai proyek,” kata Indra Gunawan.

“Kalau kemitraan bagi hasilnya bagaimana? tergantung dari kontribusi yang ingin mitra masukkan kedalam project, misalkan projectnya Rp10 miliar, mitra memasukkan dana Rp5 miliar, berarti komposisi 50:50 saham antara mitra dengan Bobobox, tapi kadang ada mitra yang bilang yang ingin invest lebih besar, tentunya akan mendapat porsi saham lebih besar,” kata Indra.

Sementara untuk mereka yang memiliki hanya tanah atau bangunan, Bobobox dapat memvaluasi nilai investasi berdasarkan harga sewanya menurut harga pasar.
Indra, yang juga tercatat sebagai komisaris di Hotel Nyland Group, mengatakan Bobobox selalu berhati-hati dalam setiap ekspansinya dan membiasakan untuk melakukan product testing terkait jasa layanan yang diberikan ke publik.

Misalnya, Bobocabin di Ranca Upas dan Cikole di Bandung, saat ini hanya tersedia beberapa unit dan manajemen Bobobox telah melakukan evaluasi ternyata peminat pengunjung untuk mencicipi menginap di beberapa fasilitas Bobocabin tersebut ternyata cukup tinggi.

“Di Indonesia, at the end of the day, sangat penting sekali untuk kita lakukan product testing, itu yang selalu kita lakukan di Bobobox, contoh. Kita ingin bawa sesuatu yang long lasting dan memastikan harga yang kita tawarkan sepadan dengan layanan yang kita berikan,” kata Indra.

Ekspansi bisnis lainnya yang kini tengah dijajaki secara secara serius adalah Boboexpress. Menurut Indra, dengan mengusung konsep menawarkan jasa layanan beristirahat, atau tidur berkualitas di fasilitas terstandarisasi dengan baik, jasa layanan Bobobox dapat menargetkan fasilitas umum yang sibuk, seperti stasiun kereta api, bandara udara, hingga perkantoran.

Di luar target pasar tersebut, jasa layanan Boboexpress juga dapat membantu, misalnya ojek online, yang membutuhkan waktu istirahat sejenak, atau power nap, dimana pengguna dapat menyewa pods dengan waktu per-jam.

“Kita ingin kalau dari aplikasi kita kerjasama, misalnya semua gojek driver bisa tinggal di Bobobox, kita lagi buat aplikasi Boboexpress yang orang bisa book 1-2 jam aja, ini bisa jadi solusi untuk teman-teman ojol,” kata Indra Gunawan.

***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Berita Terkini