fbpx

Rayakan HUT ke-76, Kementrian Luar Negeri RI Luncurkan Program ‘Diplomat Peduli’, Apa Saja yang Sudah Dilakukan?

Berita Terkait

PROPUBLIK – Untuk merayakan HUT ke-76 nya, pada Kamis, 19 Agustus 2021, Kementrian Luar Negeri meluncurkan program ‘Diplomat Peduli’, apa saja yang sudah dilakukan?

Program Diplomat Peduli ini dimaksud untuk merefleksikan kepedulian sosial para diplomat Indonesia untuk meringankan beban mereka yang terdampak pandemi Covid-19.

Pada tahap pertama, Diplomat Peduli telah mendistribusikan 3.000 paket sembako, masker, dan vitamin kepada masyarakat yang memerlukan di wilayah Jakarta.

Kegiatan Diplomat Peduli ini bukanlah untuk pertama kalinya dilakukan selama pandemi.

“Untuk kesekian kalinya, pada hari ini Kemlu dan para diplomat Indonesia kembali peduli, kembali berbagi. Diplomat Peduli inilah yang harus terus kita tanamkan dan patrikan,” kata Menlu RI Retno Marsudi pada acara peringatan HUT ke-76 Kemlu bertajuk “Dialog Kemerdekaan: Bagimu Negeri,“ yang diselenggarakan secara virtual tersebut.

Selain itu, bersama dengan Jakarta Ambassadors’ Golf Association, Kemlu juga membangun “Jembatan Diplomasi”, yang terletak di Desa Panjaratan, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan.

Jembatan lama telah rusak akibat bencana banjir dan longsor yang terjadi pada Januari 2021.

Menlu menyampaikan penghargaan atas solidaritas yang ditunjukkan oleh para diplomat Indonesia, baik yang sedang bekerja dari tanah air, maupun yang sedang bertugas di seluruh penjuru dunia.

Menlu Retno Marsudi mengatakan pentingnya adapt and adjust pelaksanaan diplomasi Indonesia sehingga kerja diplomasi relevan dengan tuntutan kepentingan nasional dan dirasakan manfaatnya bagi rakyat Indonesia.

Diplomasi Indonesia juga terus bergerak untuk menciptakan stabilitas, perdamaian dan kesejahteraan dunia.

“Sudah tidak saatnya para diplomat Indonesia bekerja business as usual. Kerja diplomat harus merupakan bagian dari solusi, baik solusi untuk tantangan yang dihadapi Indonesia maupun solusi untuk menghadapi tantangan dunia,” kata Menlu.

Tantangan utama saat ini adalah pandemi COVID-19. Dalam konteks ini, Diplomasi Indonesia bekerja untuk mengamankan pasokan vaksin bagi masyarakat Indonesia dan menjaga keseteraan vaksin bagi semua negara.

Menlu juga menyoroti keketuaan Indonesia di G20 tahun 2022 dan keketuaan Indonesia di ASEAN tahun 2023.

“Semua upaya kita harus kita padukan agar Kemlu dapat berkontribusi secara maksimum dalam mensukseskan presidensi Indonesia di G20 dan Keketuaan Indonesia di ASEAN pada 2023,” kata Menlu.

“Sebagai salah satu negara pendiri ASEAN, Indonesia memiliki tanggung jawab untuk menjadikan ASEAN benar-benar Asosiasi yang people-oriented, tetap relevan, menjadikan ASEAN sebagai motor bagi perdamaian, stabilitas dan kesejahteraan Kawasan, dan menjadikan ASEAN terus menjalankan rule of law, good governance, prinsips demokrasi dan constitutional government,” imbuh Menlu.

Di akhir sambutannya, Menlu Retno menekankan pentingnya sikap positif dalam bekerja. “Semua tugas diplomasi dan politik luar negeri akan dapat dijalankan secara optimal apabila kita solid, bersatu, dan terus menggunakan energi positif. Insyaallah kita akan dapat berkontribusi untuk menciptakan Indonesia yang tangguh dan terus tumbuh. Sekali lagi selamat ulang tahun ke-76 Kementerian Luar Negeri,” pungkas Menlu.

Acara peringatan HUT ke-76 Kemlu juga menyelenggarakan talk show bertema “Bagimu Negeri”, menghadirkan peraih medali emas Olimpiade Tokyo 2021, Greysia Polii dan Apriyani Rahayu, dan legenda bulu tangkis Indonesia yang juga peraih medali emas Olimpiade Barcelona 1992, Susi Susanti pada sesi 1 berjudul “Medali untuk Negeri.”

Sementara itu, talkshow sesi 2 bertema “Inovasi untuk Negeri” menghadirkan diaspora Indonesia, yaitu peneliti vaksin AstraZeneca Indra Rudiansyah, pemegang hak paten AstraZeneca Carina Citra Dewi Joe, dan peneliti vaksin di Osaka, Jepang, David Chen.

***

- Advertisement -

Berita Terkini