fbpx

Meski Laba Masih Tertekan di 2020 Akibat Pandemi, KJN Express Tetap Optimis Bisnis Pengiriman Dapat Pulih

Berita Terkait

Bobby Gusman
Sebelum bergabung di Propublik, Bobby bekerja di Koran Investor Daily (investor.id) dan The Jakarta Globe (jakartaglobe.id), yang merupakan bagian dari Berita Satu Media Holdings.

PROPUBLIK – PT Krida Jaringan Nusantara Tbk membukukan rugi bersih sebesar Rp1,681 miliar pada 2020, akibat beban pokok pendapatan melonjak.

Pandemi Covid-19 berdampak pada bisnis KJN Express, yang mengakibatkan penghasilan dari trucking & logistik untuk mengangkut produk dari berbagai bidang usaha termasuk alat kesehatan, sayur mayur, kebutuhan pokok, medis, hingga fashion marketplace dan bakery, turut terganggu.

“Pandemi kegiatan trucking seperti sayur mayur mengalami hambatan karena aturan PPKM. Misalnya daerah PIK itu tidak boleh masuk karena ketatnya aturan, sehingga kegiatan sangat menghambat kegiatan bisnis,” kata Sunarto, Direktur Utama KJN Express kepada awak Media usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan di Kantor KJN, Kramat VII, Jakarta, Selasa 31 Agustus 2021.

Sunarto mengatakan perkembangan teknologi menyebabkan volume transaksi jasa pengiriman dokumen dari segmen korporasi terus menurun.

Ia mengatakan pelanggan dari sektor perbankan, asuransi, misalnya, telah beralih ke dokumen digital.

Sepanjang tahun 2020, pendapatan KJN, mengalami kenaikan sebesar 4,30% dibandingkan tahun 2019. Namun, meskipun pendapatan naik, Sunarto mengatakan beban pokok penjualan perusahaan juga mengalami kenaikan sebesar 48,50 persen.

“Perseroan mengalami kerugian bersih sebesar Rp 1,6 miliar atau menurun dibanding tahun 2019 yang membukukan laba sebesar Rp 260 miliar,”ujarnya.

Sunarto mengatakan KJN Express yang juga menawarkan layanan sepeda, yakni onthel diharapkan mampu mengatasi kemacetan, dan ramah lingkungan.

Selain itu, KJN mengatakan Onthel merupakan bentuk komitmen KJEN untuk terus berinovasi dalam memberikan layanan yang disesuaikan dengan perkembangan moda transportasi.

“Tadinya Onthel dapat dijadikan salah satu alternatif moda transportasi yang mampu memberikan dampak positif ke kurir karena lebih efisien dari sisi waktu dan biaya,” kata Sunarto.

Namun sayang selama pandemi, Onthel tak lagi dioperasikan untuk pengiriman di beberapa wilayah Jakarta.

Tadinya untuk wilayah perkantoran seperti area bisnis segitiga emas (Sudirman, MH Thamrin, dan Kuningan), tapi sekarang vakum dan tak kita operasikan lagi,”ujarnya.

Menurut Sunarto, sejauh ini KJN Express telah memiliki 47 cabang yang tersebar di wilayah Jawa, Bali, Sumatera, Kalimantan, dan Batam.

“Kami berupaya Jangkauan KJN Express akan terus diperluas hingga mampu melayani seluruh kota besar di Indonesia. Kami targetkan 500-an cabang,” ujar Sunarto.

Sunarto mengatakan, tema yang diusung oleh manajemen adalah Menghadapi tantangan dengan optimisme menuju pertumbuhan.

Pihaknya tetap optimis untuk lebih baik di tahun 2021, dengan melakukan beberapa langkah, seperti: (1) memperkuat proses bisnis dengan berbasis teknologi informasi (2) meningkatkan kualitas sumber daya manusia (3) pengembangan jaringan distribusi outlet (4) penetrasi ke pasar e-commerce (5) pengembangan produk dan jasa (6). Pengembangan jasa trucking (7) memberlakukan manajemen arus kas dengan cermat dan terukur untuk dapat memperkirakan secara akurat kebutuhan pendanaan perseroan (8) meningkatkan analisa cost secara cermat dan tepat berkesinambungan.

Perubahan struktur

Salah satu agenda dalam RUPS PT Krida Jaringan Nusantara adalah juga perubahan pengurus perseroan.

– Direktur utama tetap dipegang Sunarto.

– Sementara direktur keuangan, diisi oleh Farida Sulistyorini menggantikan Josca Hendra Kolopaking.

– Posisi dewan komisaris masih sama dengan Alwie Handoyo menjabat komut dan Dewi Prasetyaningsih sebagai komisaris.

- Advertisement -

Berita Terkini