Langkah Erick Thohir Revitalisasi Lokasi Bersejarah Dipuji Megawati

Berita Terkait

Langkah Erick Thohir Revitalisasi Lokasi Bersejarah Dipuji Megawati

PROPUBLIK – Revitalisasi lokasi bersejarah adalah salah satu gebrakan yang dilakukan Menteri BUMN Erick Thohir. Salah satunya dituangkan lewat transformasi Sarinah. Tak hanya memugar fisik Sarinah, tetapi Erick mengembalikan ide Bung Karno untuk menjadikan Sarinah sebagai pusat perbelanjaan produk asli Indonesia yang mampu bersaing dengan produk bangsa lain.

Saat mengunjungi Sarinah, putri Bung Karno yang juga presiden kelima Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri mengapresiasi langkah Erick memugar Sarinah.

Seperti yang termuat dalam buku biografi berjudul (Bukan) Kisah Sukses Erick Thohir, Mega menilai bahwa transformasi Sarinah telah mengembalikan sejarah yang selama beberapa waktu sempat tertutupi.

“Luar biasa sekali karena mungkin anak muda sekarang mungkin belum mengetahuinya (Sejarah Sarinah). Jadi dari sisi makna, itu bukan main, Indonesia,” ujar Mega seperti termuat dalam buku (Bukan Kisah) Sukses Erick Thohir halaman 266.

Tak hanya Sarinah, Erick juga melakukan transformasi pada lokasi bersejarah yang selama ini nyaris terlupakan. Erick menghidupkan kembali lokasi bersejarah sebagai sentra utama anak muda dalam beraktivitas.

Ini seperti langkah Erick mentransformasi Post Bloc di Blok M dan Kota Tua. Yang teranyar adalah langkah Erick bersama Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka dalam menghidupkan kembali gedung Lokananta di Solo.

Revitalisasi lokasi bersejarah menjadi sentra baru anak muda yang digagas Erick ini tak hanya menjadi langkah strategis secara ekonomis, melainkan pula secara historis.

Sebab anak muda jadi mengerti dan paham jejak masa lalu bangsanya. Ini sesuai pula dengan amanah Bung Karno, jangan sekali-kali melupakan sejarah (Jas Merah).

“Revitalisasi sejumlah lokasi berserah yang terkait BUMN punya ide yang luas tak sekadar membangkitkan kembali sentra ekonomi masa lalu, melainkan juga agar kita semua tidak terputus dengan sejarah kita. Sebab bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai dan belajar dari sejarahnya,” tutup Erick. (*)

Berita Terkait

Berita Sindikasi

Berita Terkini