fbpx

Ketika Dua Pelaku Teroris Menuliskan Surat Wasiat Anti Demokrasi dan Kemapanan, Apa Dampaknya ke Publik?

Berita Terkait

Yatim Hidayat
Editor at Propublik.id

Dua pelaku teroris menuliskan wasiat surat yang cukup serupa, sebelum mereka tewas akibat aksinya.

Teroris penyerang Mabes Polri Zakiah Aini dan terduga terorisme di Katedral Makassar memang mempersiapkan diri cukup matang sebelum mereka melaksanakan aksi yang dianggap mereka sebagai Jihad, atau mati syahid.

Pengamat Terorisme Al Chaidar dikutip di Kompas.com pada Jumat, 2 April 2021 yang mengatakan adalah sebuah grand design dari kelompok terorisme untuk menggerakkan orang-orang melakukan aksi bunuh diri dengan mempublikasikan surat wasiat korban pelaku terorisme dengan bahasa menggugah.

“Surat wasiatnya relatif sama dengan surat yang ada di penyerangan Makassar, bahwa ini memperlihatkan ada grand desain yang dibuat oleh kelompok teroris ini,” kata Chaidar saat dihubungi Kompas.com melalui telepon

Menurut Chaidar, pada surat wasiat Zakiah terdapat kesan ia mendapat doktrinasi kuat tentang anti demokrasi sampai politik lokal seperti menyebut nama Ahok di surat wasiatnya.

“Terpengaruh oleh politik lokal, anti Ahok,” ujar dia. Begitu juga dengan pemikiran dari terduga teroris di Makassar yang mendapat doktrinasi kristo phobia,” kata Chaidar.

Ia menambahkan justru surat tersebut membuktikan bahwa kelompok teroris dibelakang ke dua aksi teror baru-baru ini merupakan kelompok pengecut yang hanya memanfaatkan orang lain sebagai pion mereka.

“Kelompok teroris cukup pengecut karena menggunakan orang lain, tetapi dianya sendiri tidak mau mengorbankan diri. Ini situasi di mana dia dibajak oleh kelompok tersebut,” kata Chaidar. Itulah sebabnya, kata Chaidar, terduga teroris bisa dipandang sebagai korban dari kelompok teroris yang hanya memanfaatkan orang lain untuk agenda-agenda teror mereka.

Memang adalah sebuah kenyataan yang miris jika kedua pelaku terorisme tersebut masih berusia belia. Lukman Alfariz, pelaku bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar Lukman Alfariz masih berusia 26 tahun dan ia bahkan membawa istrinya turut serta.

Sementara penyerang Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) di Jakarta, Zakiah Aini juga masih muda, yakni berumur 25 tahun.

Terlihat seperti terkoordinasi, isi dari kedua isi surat wasiat adalah permintaan maaf kepada orangtua, lalu ada permintaan untuk tidak berutang ke bank dan terakhir pesan untuk menjaga keluarga.

Namun, benang merah dari kedua surat tersebut adalah, ajakan anti-kemapanan.

Di tengah wabah pandemi Covid-19, mungkin banyak diantara saudara-saudara kita yang pupus harapan, atau bahkan merasa hidupnya tak lagi bermakna. Masa-masa krisis adalah masa dimana publik cenderung menyalahkan otoritas, dan pemerintah.

Lalu, adalah hal yang merupakan stereotype para penganut garis keras untuk juga menyalahkan budaya barat, utamanya adalah praktik riba, yang memang diciptakan untuk menggadaikan penghasilan masa depan untuk mendapatkan sejumlah uang.

Adalah hal yang ironi, ketika para jihadis tersebut mengatakan anti-barat, namun, jejari tangan dan metode komunikasi mereka pun masih menggunakan platform raksasa ciptaan Amerika Serikat. Anti kemapanan merupakan topik yang tidak akan kunjung selesai dibahas, baik di warung kopi, ruang kelas sekolah, kampus, hingga berbagai seminar.

Namun, ada sebuah pertanyaan besar yang harus dijawab, semua pemangku kepentingan negara ini. Apakah selama ini, berbagai kebijakan sudah diupayakan agar lebih pro kepada publik? Banyak hal masih mencederai image penyelenggara negara, misalnya terkait berbagai kasus korupsi, hingga kebijakan-kebijakan yang menyudutkan kaum marginal.

Sudah waktunya, berbagai upaya pemerintah, maupun stakeholder negeri tercinta ini mulai memikirkan cara agar kaum marginal, paling tidak sedikit berkurang, rasa muaknya akan penyelenggaraan di negeri ini. Krisis ini memberi banyak pelajaran, mudah-mudahan masih ada waktu untuk menuju Indonesia lebih baik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Berita Terkini